Culture, Indonesia, Perguruan Tinggi Kedinasan

Ekspedisi Papandayan

Sebuah perjalanan atau dengan bahasa kerennya “Ekspedisi”, lebih dekat lagi kami dari  TAPALA STP (Taruna Pecinta Alam Sekolah Tinggi Perikanan), IKAMI Sul-Sel( Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa/Pelajar Sulawesi Selatan), dan ESSISPALA (Empat Sembilan Pecinta Alam) mengadakan Ekpedisi Papandayan Garut 23-24 Februari 2013.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Kami semua berjumlah 12 personil, kami dari Jakarta menuju Garut menggunakan bus Jakarta-Garut dengan harga Rp 35.000/org, kami berangkat pukul 22.00 sampai di terminal Guntur Garut pukul 02.00, dengan estimasi waktu sekitar 4 jam. Dari terminal Guntur kami menuju ke Cisurupan menggunakan angkot dengan biaya Rp 7000/org, kami tiba di Cisurupan sekitar pukul 03.00, sambil istirahat, dan menunggu waktu sholah subuh dan membeli logistik di pasar Cisurupan yang lokasinya tak jauh dari masjid. Setelah sholat subuh, barulah kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan mobil pick up L300 menuju camdp david (tempat registrasi sebelum melakukan pendakian gunung Papandayan). Kami tiba di camp david sekitar pukul 06.00, dan segera mengurus perizinan dan menyiapkan amunisi alias sarapan hehehe.

Pukul 07.30 barulah kami mulai mendaki, melewati lembah, yang dihiasi bau belerang yang menyengat, udara sejuk, dan sempat bertemu pendaki yang lain…. Untuk menuju ke camping ground (Pondok salada) membutuhkan waktu 2 jam pejalanan mendaki. Kami tiba di pondok salada pukul 09.30, istirahat sebentar, bangun tenda, dan masak untuk makan siang. Udaranya cbiasa diukup sejuk dan karena holiday pendaki cukup banyak.

pukul 14.00 kami lanjutkan perjalanan menuju puncak papandayan atau yang biasa dikenal dengan sebutan Tegal Alun. untuk mencapai tegal alun kami harus melewati hutan mati, dan tanjakan mamang, dan membutuhkan waktu 1 jam perjalanan mendaki.

Di Puncak tegal al;un terdapat haparan edelweis … jadi selamat Anda telah mencapai puncak Papandayan 2.665 mdpl.

Iklan

1 thought on “Ekspedisi Papandayan”

  1. okehhh.. keren dek,, soalnya kakak juga udah kesana sama rahmi dan nuraini waktu kakak masi madya. Rahmi dan Aini maih remaja. itu lokasinya emang keren. malah kami waktu itu jalan kaki looh dari desa (tempat tinggal sodara kakak) asli pulang pergi jalan kaki. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s