Tag

, , , , ,

Awalnya merasa heran atas tindakan yang saya ambil. Praktek akhir ke luar negeri, yaa memang aneh rasanya bagi seorang seperti saya tapi itu sudah keputusan yang saya ambil, mau jadi pelaut kok nanggung (batin saya dalam jati).  Akhirnya belajar bahasa dan budaya negara itu pun kami pelajari. Bahasa Korea dan sedikit tentang budaya kerja orang Korea. Bersama teman-teman berjumlah 28 orang yang terdiri dari 14 taruna deck dan 14 taruna engine, semuanya berasal dari STP (Sekolah Tinggi Perikanan). Sekitar 1 bulan lebih kami belajar bahasa Korea, cukup sulit mempelajari bahasa asing tersebut, pahadahal hanya kata-kata yang berkaitan dengan kerja di atas kapal saja. Bismillah, akhirnya tak lama lagi kami akan take out (berangkat), ya sekitar pertengahan Oktober 2013 ini.

Meminta persetujuan orang tua, memulai mengurus surat-surat, medical check up, mengurus pasport, dan lain-lain. Itu semua kami lakukan demi cita-cita, demi pendidikan, demi masa depan.

Ada hal serupa untuk Rindu Nurma Illahi (Rindu), seorang gadis asal Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Awalnya engkau sangat tertarik untuk  kuliah di STP. Seperti itulah awal kita kenal dari sebuah blog pribadi saya.

awal pertemuan

awal pertemuan

Setelah mengikuti tes pun ternyata Allah tak mengizinkan untuk ke STP, SBMPTN diikuti dan Allah pun tak menizinkan, POLTEKKES Tanjung Pinang diambil dan lulus seleksi, ospek dan pengenalan perkuliahan telah berjalan. Akirnya pengumuman via Online dari Dinas Pendidikan Tanjung Pinang pun menginformasikan bahwa saudari Rindu Nurma Illahi mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi ke UTM (Universitas Teknologi Malaysia) Johor Bahru, Malaysia.

beasiswa Rindu

beasiswa Rindu

Akhirnya ia pun pindah sari POLTEKKES Tanjung Pinang, untuk melanjutkan ke UTM. Ini sedikit contoh cerita demi cita, cerita demi masa depan. Susun rencana terbaik mulai dari sekarang untuk masa depan kita, kalau bukan kita sendiri yang merencanakan siapa lagi?

Merencanakan masa depan, tak ada salahnya bukan? walaupun Allah mahaperencana, tak ada salahnya jika kita berharapyang terbaik untuk masa depan kita kelak. dan selalu ber-khusnudzon (berprasangka baik kepada Allah) atas apa tyang Dia berikan kepada hambanya. Tak semua yang menurut kita baik itu baik menurut Allah, Allah maha mengetahui apa yang pantas untuk kita dan yang tak pantas untuk kita. Teruslah memohon yang terbaik kepada Allah sang penguasa alam semesta.

Teruslah mengukir masa depan…

seperti penggalan lirik lagu nasyid Edcoustic-Masa Muda...

…Masa muda penuh karya untukMu Tuhan
Yang aku persembahkan sbagai insan beriman
Mumpung muda ku tak berhenti menapak cita
Menuju negeri syurga yang nun jauh disana

Kini jelas tiap langkahku
Illahi jadi tujuanku
Apapun yang aku lakukan
Islam slalu jadi pegangan…

do the best for your future, and don’t forget to always pray to Allah, everywhere and every time.

Iklan