Tag

, , , ,

laut senja

senja di kapal ikan

3 Tahun sebelumnya selama bulan Ramadhan ada hal yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. biasanya saat Ramadhan waktu paling intensif untuk silahturahmi saat lebaran, namun sejak 3 tahun lalu, hal itu sangat ber beda, yuk cek.

#1. 2013-2014

Salah satu proses yang harus dilalui oleh seorang taruna STP (Sekolah Tinggi Perikanan) adalah praktek akhir. Sesuai dengan namanya maka saya menjalani praktek akhir di sebuah kapal perikanan, kapal penangkapan kepiting raksasa, atau yang kita kenal king crab (https://en.wikipedia.org/wiki/Alaskan_king_crab_fishing).

19 Desember 2013 saya berangkat dari bandara Soekarno Hatta, dan kembali ke Indonesia, 28 Juni 2014. Ramadhan tahun itu juga saya menjalaninya di atas sebuah kapal. Sahur, puasa, berbuka, hingga berhari raya. Ada sebuah hal yang unik ketika di Russia, saat senja dan Fajar yang hampir sulit kita bedakan, karena siang di sana lebih panjang dibandingkan di Indonesia yang hanya 12-13 jam.

Ketika sahur, kami muslim yang ada di atas kapal harus pandai beradaptasi. Baik dengan makanan dan waktu makan di atas kapal, maklum hampir seluruhnya dari orang Russia non muslim.

10494989_10202751105961552_7026506200604145947_o

Pasukan STP 46, Russia

Oh ya, nama kapalnya MV. Talan, berbendera Russia.

#2  awal 2015- akhir 2015

Saya coba tuk memantapkan hati untuk melanjutka ke sebuah kapal perikanan kembali, mungkin bisa dibilang idealis. Karena saya lulusan dari sekolah perikanan dan bagian penangkapan, namun bukan kapal kepiting lagi, melainkan kapal ikan, kapal penangkapan tuna berasal dari negara yang memiliki julukan matahari terbit, Jepang.

Awal 2015 saya bekerja di sebuah kapal tuna berbendera Jepang, negeri pertama di bidang  perikanan. Saat itu saya berang kat dari Benoa, Bali 27 Februari 2015 hingga 2 Desember 2015.

Saat  bulan ramadhan, memiliki cerita yang berbeda dengan sebelummnya di Russia yang memiliki suhu ekstrim. Perbedaanya , kami beroperasi di barat Australia, samudera Hindia.

Ikan Tuna yang kami cari ada  berbagai macam jenis, mulai albacore, big eye, yellowfin, hingga bluefin tuna yang memiliki minyak ikan sangat baik untuk konsumsi.

p6090002.jpg

Senja di Matsuei Maru 02

Banyak orang Indonesia, dan mayoritas dari suku Jawa. Jadi untuk makanan tak begitu masalah, lagi  pula koki masih dari Indonesia. Jadi insya Allah makanan lebih  terjamin banyak yang Halal. Jadi sat sahur dan berbuka tak perlu khawatir. hanya waktu saja yang harus beradaptasi, terutama saat jam operasi baik setting ataupun hauling.

 

#3 2016-2017

Masih di kapal yang sama Matsuei Maru 02.

Ramadhan ke-3 di laut kali ini lebih damai dibandaing sebelum-sebelumnya. kenapa ?

Alhamdulillah saat pertengahan Ramadhan tahun lalu kami masuk Bali, sandar. Jadi saat Ramadhan kami bisa silahturahmi dengan keluarga walau hanya by phone (karena tak lama jadi tak bisa pulang ke Jakarta), bisa silahturahmi ke kerabat, dan bisa mencicipi kolak. Entah saya lupa saat sebelumnya kapan terakhir menyantap kolak.

Oh ya bisa taraih berjamaah di masjid Bahari Benoa. Walau Bali terkenal dengan agama dan budaya Hindu, tapi banyak terdapat masjid dan juga makanan halal. jadi kalau ke Bali tak perlu khawatir.

Walau hanya 3 hari selama Ramadhan di Bali, namun cukup berkesan terutama bagi kami yang selama Ramadhan belum pernah merasakan suasana Ramdhan bersama keluarga. dan juga ibadah Ramadhan seperti tarawih, i’tikaf dll.

 

Ketiga musim Ramadhan sebelumnya dilalui di atas sebuah kapal, sahur kami perlu pandai-pandai mencari waktu, terutama saat operasi atau ada pekerjaan, begitupun dengan berbuka. Kami sering berganti-gantian saat bekerja.

Saat sore hingga malam hari kami masih bekerja, bahkan sering sampai pagi. untuk membaca Al Qur’an kami harus pandai menyempatkan saat selesai bekerja, atau saat libur ada ombak besar atau perjalanan.

Semoga untuk yang masih bekerja di kapal selalu diberikan kesehatan, dan juga keselamatan saat bekerja, bahwa ada anak, istri, dan keluarga lainnya yang menunggu di rumah, walau tak sempat berhari raya, semoga kelak di tahun berikutnya bisa berhari raya di rumah bersama keluarga, melaksanakan tarawih, i’tikaf, dan lain sebagainya.

Utamakan sholat, dimanapun berada, semoga Allah selalu melindungi kalian, tak hanya di Ramadhan, namun juga di bulan-bulan berikutnya. Aamiin

Iklan