ANAK NEGERI, Cerita Masa Depan, Hikmah, Indonesia, KARAKTER, Uncategorized

Berdampingan

Sepeda HIjauBerdampingan tak selamanya harus bergandengan tangan, di jalan-jalan, di taman-taman, atau di mal-mal. Likat saja, si green light dan si red.

Asalmu-asalnya karena ingin mencari mesin setor tunai, kesana ke mari bertemu dirimu (si Red) sendiri, aku pun memberanikan diri seorang diri (hanya sepeda) menghampiri.

Tak lama aku dekati dirimu, hanya sekejap waktu, karena ku rasa aku belum bisa melakukanya di sini, saai ini, dan di tempat ini, dengan bapak parkir tua berambut putih tak beraturan.

Teringat saat beberapa tahun lalu. Saat aku ditawarinya sepeda motor, namun aku lebih memilih sepeda. Sepeda ontel, jarene wong jowo, bukan sepeda motor. Entah kenapa saya suka akan dirimu, Yang aku yakini keren tak harus mahal, namun lebih dari  itu.

Eh iya itu dulu 2008 saat masih sekolah, saat itu usia di mana banyak teman-temanku lebih memilih motor sebagai kendaraan, namun aku tidak. Namun aku justru banyak berteman dengan teman-teman yang bersepeda.

Saat itu ada yang menaiki CBR, Rosihan Anwar, Honda Astrea Legenda, Nurhidayatullah, dan Vespa, Rian Sanjani. Sedikit saja ya, takut kaga muat. Kamis setiap pekan selalu berkumpul bersama, biasanya di rumahku, sambil bermain tenis meja, minum kelapa, dan aktifitas lainnya.

Kami selalu berdampingan bukan, meski saat ini kami sering kehilangan kabar, ada yang melaut alias pelaut, ada yang sebagai karyawan d sebuah resto, dan saya sendiri menjalankan sebuah usaha di bidang perikanan, fish trading.

Berdampingan, kami selalu berdoa agar kedepannya kamu masih mengingat bahwa kita pernah bersama, merajut cerita, yang akan kita ceritakan di masa depan, terhadap pasangan atau anak kita, bahwa kita memiliki kisah yang patut kita sebarkan. Layaknya sebuah kebaikan, semoga menginspirasi.

 

Iklan
ANAK NEGERI, Cerita Masa Depan, KARAKTER, Pecinta Alam, Sekolah Tinggi Perikanan, STP, TARUNA

Surya Kencana di 24-26 Oktober 2014

Kehidupan manusia tak dapat dipisahkan dengan alam. Ya, alam semesta ini di sediakan Allah untuk manusia. Ada banyak cara manusia menikmati alam, salah satunya dengan melakukan tafakur alam atau menyatu dengan alam dan memahami betapa besarnya citaan Allah, dan betapa kecilnya, tak ada apa-apanya kita (manusia jika dibandingkan semesta alam ini). Allah ciptakan alam berupa, pegunungan dengan bentangan hutan yang ditumbuhi berbagai macam pepohonan yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia, di sana kita dapat bercocok tanam, mengembalakan ternak dan melakukan banyak hal. Alam juga menyediakan udara segar yang kita hirup setiap harinya. Tak hanya pegunungan, Allah juga menyediakan lautan luas dengan beraneka ragam ikan yang dapat dikonsumsi, laut juga menawarkan berbagai macam pesona di pesisir pantai yang menawarkan keindahan pantai serta pemandangan bawah laut yang sangat menakjubkan, saat melihatnya seraya kita takjub akan ciptaanNya dengan mengucapkan “ subhanallah “ .
Ada banyak cara manusia mengenal alam, menyatu dengan alam, guna mengenal alam lebih dekat dan kita dapat banyak pelajari serta berkontribusi terhadap alam, tempat dimana kita hidup. Belum lama ini saya dan kawan-kawan dari remaja mushola Ar Rahman Manggarai (RISMA) serta taruna pecinta alam sekolah tinggi perikanan (TAPALA STP-Jalanidhitah) melakukan rihlah dalam tema napak tilas raden H. Surya Kencana di Gn. Gede Pangrango yang bertepatan pada tahun baru islam 1236 H atau dalam kalender nasional jatuh pada 25 Oktober 2014.
Rencana ini sudah ada sekitar 1 bulan sebelum, yaitu dari obrolan saat silahturahmi ke salah satu alumni STP yang bertempat tinggal di Manggarai Jakarta selatan. Agus Riyanto (bang Riyan) atau yang biasa dikenal warga Manggarai dengan sebutan bang Momo mengajak adik-adik TAPALA STP untuk ikut serta dalam pendakian ini, karena bukan hnya sekedar pendakian. Informasi mengenai pendakian ini saya posting di grup facebook milik TAPALA STP, dengan jadwal mulai 24 -26 Oktober 2014.
Ketika hari pelaksanaanya tiba ternyata semakin bertambah peminatnya, dari yang awalnya diperkirakan hanya 11 crew dari RISMA ternyata mencapai 15 crew, dan alhasil kita tetap jalan dengan jumlah yang bertambah. Sedangkan dari TAPALA STP terdapat 14 Crew dengan 3 alumni barunya, saya sendiri, M. Rudi Herliyanto, dan M. Sandi Wandiro. Jadi total kami yaitu 31 crew. Jumlah yang cukup banyak.
IMG_1599 Continue reading “Surya Kencana di 24-26 Oktober 2014”

ANAK NEGERI, Cerita Masa Depan, Hikmah, KARAKTER, Pendidikan

Menyiapkan Karakter Anak

anak sholehKenapa menyiapkan karakter anak???
hehey, karena saya belum menikah, apalagi memiliki anak, tapi tak apalah untuk pembelajaran dan bekal yang bisa diaplikasikan ketika berumah tangga 🙂 Aamiin

Kemarin malam (Jum’at 22 November 2013) sepepas sholat isya saya pulang ke rumah, selama perjalanan saya memperhatikan beberapa anak-anak usia belasan tahun sekitaran SD-SMP, yang mana mereka sedang belari-lari dan cukup menimbulkan kegaduhan di lingkungan masyarakat, menggangu anak perempuan yang lewat, berantem dengan anak sebrang (tawuran) dan terkadang ada beberapa orang tua yang merasa jengkel dengan ulah mereka.

di sisi lain saya melihat mereka yang usianya tak jauh di atas saya, sekitar 25-30 tahun. di usia yang sangat produktif hanya duduk di sebuah perempatan jalan, makan kacang dan minum-minuman, dan yang aneh lagi saat itu waktu sholat maghrib, dan posisi mereka tak jauh dari musholla, yang dengan jelas dapat terdengar suara adzan.

dari kedua kasus di atas saya melihat ada beberapa kesimpulan, diantaranya : Continue reading “Menyiapkan Karakter Anak”