ANAK NEGERI, Cerita Masa Depan, KARAKTER, Pecinta Alam, Sekolah Tinggi Perikanan, STP, TARUNA

Surya Kencana di 24-26 Oktober 2014

Kehidupan manusia tak dapat dipisahkan dengan alam. Ya, alam semesta ini di sediakan Allah untuk manusia. Ada banyak cara manusia menikmati alam, salah satunya dengan melakukan tafakur alam atau menyatu dengan alam dan memahami betapa besarnya citaan Allah, dan betapa kecilnya, tak ada apa-apanya kita (manusia jika dibandingkan semesta alam ini). Allah ciptakan alam berupa, pegunungan dengan bentangan hutan yang ditumbuhi berbagai macam pepohonan yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia, di sana kita dapat bercocok tanam, mengembalakan ternak dan melakukan banyak hal. Alam juga menyediakan udara segar yang kita hirup setiap harinya. Tak hanya pegunungan, Allah juga menyediakan lautan luas dengan beraneka ragam ikan yang dapat dikonsumsi, laut juga menawarkan berbagai macam pesona di pesisir pantai yang menawarkan keindahan pantai serta pemandangan bawah laut yang sangat menakjubkan, saat melihatnya seraya kita takjub akan ciptaanNya dengan mengucapkan “ subhanallah “ .
Ada banyak cara manusia mengenal alam, menyatu dengan alam, guna mengenal alam lebih dekat dan kita dapat banyak pelajari serta berkontribusi terhadap alam, tempat dimana kita hidup. Belum lama ini saya dan kawan-kawan dari remaja mushola Ar Rahman Manggarai (RISMA) serta taruna pecinta alam sekolah tinggi perikanan (TAPALA STP-Jalanidhitah) melakukan rihlah dalam tema napak tilas raden H. Surya Kencana di Gn. Gede Pangrango yang bertepatan pada tahun baru islam 1236 H atau dalam kalender nasional jatuh pada 25 Oktober 2014.
Rencana ini sudah ada sekitar 1 bulan sebelum, yaitu dari obrolan saat silahturahmi ke salah satu alumni STP yang bertempat tinggal di Manggarai Jakarta selatan. Agus Riyanto (bang Riyan) atau yang biasa dikenal warga Manggarai dengan sebutan bang Momo mengajak adik-adik TAPALA STP untuk ikut serta dalam pendakian ini, karena bukan hnya sekedar pendakian. Informasi mengenai pendakian ini saya posting di grup facebook milik TAPALA STP, dengan jadwal mulai 24 -26 Oktober 2014.
Ketika hari pelaksanaanya tiba ternyata semakin bertambah peminatnya, dari yang awalnya diperkirakan hanya 11 crew dari RISMA ternyata mencapai 15 crew, dan alhasil kita tetap jalan dengan jumlah yang bertambah. Sedangkan dari TAPALA STP terdapat 14 Crew dengan 3 alumni barunya, saya sendiri, M. Rudi Herliyanto, dan M. Sandi Wandiro. Jadi total kami yaitu 31 crew. Jumlah yang cukup banyak.
IMG_1599 Continue reading “Surya Kencana di 24-26 Oktober 2014”

Iklan
Indonesia, Pecinta Alam

Hanging Out Before Last Practice (Gede Mount)

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Saya memiliki sebuah rencana untuk naik gunung sebelum naik kapal untuk praktek akhir (sebuah program dari kampus). Rencana ini sudah sejak lama saya susun. Akhirnya pada suatu saat (ba’da isya Kamis 26 September 2013), seorang teman mengatakan, “eh besok Sabtu kak Andri (alumni angkatan 34 STP), kalian kalau mau ikut jam 6 pagi sudah siap di cibodas”. serentak saya kaget dan saya hanya berkata, “oke, kami ikut”.mulailah saya ajak beberapa teman yang biasa naik gunung. ternyata tak banyak, yang bisa hanya sekitar 7 (itupun di tenda umpek-umpekan hehe ^^). dengan persiapan yang serba mendadak akhirnya saya Fadli Muhamad Akbar Sa’un, Affan Iqbal Zahirri, Esa Hendara Subiakto, I Gede Oka Dyatyana, Muhammad Habib, dan Rahmat Juanda, berangkat menuju ke Cibodas sekitar pukul 19.30 menuju ke pasar rebo untuk melengkapi pebekalan, seperti mie, beras, kopi, gula, snack, dll. setelah selesai membeli di Lotte Mart tak lama mobil ke cianjur tiba dan kami menuju ke Cibodas pukul 21. 30 (28 September 2013), biaya bis (Rp 20 000 September 2013). perjalanan alhamdulillah normal dan di tempuh 2 jam 30 menit (150 menit). kami tiba di cibodas sekitar pukul 11.00. lalu kami istirahat hingga pagi. Continue reading “Hanging Out Before Last Practice (Gede Mount)”

Pecinta Alam, Profil, STP

Berbicara Tentang Pecinta Alam dan Aktifis Lingkungan…

???????????????????????????????

Sering kita mendengar dan menemui sekelompok manusia yang suka berpetualang di alam terbuka dengan membawa nama Pecinta Alam. Dan uniknya, nama tersebut, yakni pecinta alam hanya ditemui di Indonesia. Bukan dari segi bahasa, namun dari segi arti dan makna kalimat. Di Luar negeri sendiri mungkin lebih dikenal dengan nama Aktifis Lingkungan.